Welcome

Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam syurga-Ku.(QS. 89 : 27~30)
" Jangan bersedih .. jangan berduka dan putus asa dalam menjalani kesulitan hidup, tetap luruskan hati untuk menggapai karunia dan cahaya-NYA. Hidup di dunia ini identik dengan ujian dan cobaan. Yang miskin akan diuji dengan kemiskinannya, dan yang kaya akan diuji dengan kekayaanya. Orang berilmu akan diuji dengan ilmunya dan para penguasa akan diuji dengan kekuasan yang diembannya.
Kita diuji oleh Allah agar menjadi golongan hamba-hamba-Nya yang terbaik... " ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلۡمَوۡتَ وَٱلۡحَيَوٰةَ لِيَبۡلُوَكُمۡ أَيُّكُمۡ أَحۡسَنُ عَمَلاً۬‌ۚ وَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡغَفُورُ".

Selasa, 08 November 2011

Jiwa-jiwa Yang Hampa

"Ingatlah .. bahwa hanya dengan dzikir (ingat) kepada Allah  hati menjadi tenang"


Oleh : BUSAERI (ERRY) Bismillahiroohmaanirrohiin - Segala puji hanya milik Allah, aku bersaksi tiada tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad SAW adalah Utusan Allah.   

" Ya Allah Tunjukilah kami kebenaran dan berikan kami jalan untuk mengikutinya, dan tunjukanlah kami kebatilan dan berikan kami jalan untuk menjauhinya"




Penderitaan, Kelaparan, Kesusahan Hidup
Hidup Akan Selalu Diuji 
Kedudukan atau jabatan seseorang yang tinggi, harta benda yang melimpah, dan banyaknya ilmu yang dimiliki, tidak menjamin seseorang bisa dekat dan ingat kepada Allah SWT.

Terkadang karena banyaknya kekayaan dan tingginya pendidikan dan jabatan, membuat seseorang semakin sibuk dengan urusannya dan mudah melupakan keluarga dan bahkan melupakan Allah.

Kedekatan seorang manusia kepada Rob-nya tergantung dari sejauhmana dia selalu ingat dan  semakin bersyukur kepada-Nya  dengan sepenuh jiwa,   dan dibarengi  dengan kelakuan atau akhlak yang baik kepada sesama manusia lainnya dalam kehidupan sosial.

Makan  Nasi  Aking (Nasi Bekas  Yang Dijemur)
Orang kaya yang terlena dengan kekayaannya,  orang berilmu yang sombong, takabbur dengan ilmunya dan tidak mengamalkannya,  serta para pejabat yang menyia-nyiakan amanat jabatannya, dapat menjadi bumerang dalam kehidupan kelak di akhirat. Semua harus dipertanggung-jawabkan dihadapan Allah SWT.     

ثُمَّ لَتُسۡـَٔلُنَّ يَوۡمَٮِٕذٍ عَنِ ٱلنَّعِيمِ 
" kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang keni’matan [yang kamu megah-megahkan di dunia itu] QS.102 : 8


Diuji Dengan Kemakmuran
Ada orang yang diuji dengan diberikan banyak kelimpahan rizki, dan ada yang diuji dengan kekurangan dan bahkan kelaparan. Dengan ujian tersebut, apakah kita tetap mampu untuk selalu ingat kepada Allah ?


Berbahagilah orang kaya yang banyak diberikan limpahan karunia rizki tapi ia tetap terus semakin dekat dan makin bersyukur kepada Allah. Berbahagialah orang yang berilmu, yang semakin tinggi ilmunya  makin takut kepada Allah,  semakin santun  dan terus mengamalkan ilmunya untuk kecerdasan masyarakat. Berbahagialah, seorang pejabat yang sangat amanah memegang jabatannya karena takut kepada Allah. 

Teruslah Menangis di Hadapan Allah
Dan lebih berbahagilah, seseorang yang diuji oleh Allah dengan kekurangan, dengan kesusahan hidup dan penderitaan, tetapi ia semakin dekat dan selalu ingat kepada kepada Allah.

Ia dapat bersimpuh  dan mencurahkan air mata di dalam kekhusuan sholatnya.  Ia bergelimang air mata di dalam permohonan doanya. Teruslah curahkan airmatanya dihadapan Allah. Allah Maha Mendengar rintihan hamba-hamba-NYa. Allah akan terus mengujinya karena ingin hambanya ini memiliki kedudukan yang tinggi dan kebahagiaan abadi kelak di kehidupan akhirat.


Jiwa-jiwa Yang Hampa
Kesuksesan ekonomi, jabatan yang tinggi,  dan ketenaran seseorang tidak memastikan dan menjamin bahwa orang tersebut memiliki jiwa-jiwa yang berbahagia. Bisa jadi secara lahir nampak ceria penuh kesenangan, tetapi sebenarnya batinnya menyimpan kegelisahan, keresahan dan kegalauan hati. Di puncak kesuksesannya, kadang tidak tau apa yang mau dicari dalam hidup ini, dan tidak tau mau hendak kemana. Hal tersebut terjadi karena kesuksesannnya kurang disyukuri, semakin sukses terkadang malah semakin lalai dan semakin menjauh dari Yang Maha Pemberi Rizki.

Begitu juga seseorang yang terbelit kesulitan ekonomi, terhimpit dengan kemiskinan, terkadang bukan mendekati Allah malah semakin menjauh dan semakin  terjerumus dalam keputus-asaan hidup; tidak sedikit mereka yang memilih jalan pintas untuk melakukan bunuh diri, nauudzubillahimindhaalik.





الابذكر الله تطمئن القلوب

ذكر الله   = berdzikir kepada Allah, ingat kepada Allah.  Bisa jadi kesibukan kita saat ini membuat kita lalai untuk mengingat Allah SWT, dan hati kita menjadi keras. Bisa jadi kesusahan dan penderitaan hidup kita membuat kita prustasi, putus asa dan lupa kepada-Nya.  Kita tidak menyadari bahwa syaithan memang menghendaki agar kita menjauh dari mengingat Allah, agar kita melupakan-Nya. Karena syaithan tahu bahwa mengingat Allah, dzikir kepada Allah  adalah kunci kebaikan dan senjata yang paling ampuh  untuk masuknya godaan syaitan  ke dalam hati manusia.  Dzikir (mengingat) kepada Allah memiliki keutamaan karena berhubungan dengan hati manusia, yang merupakan pusat atau sentral dari segala munculnya niat baik dan niat buruk.


Terkadang, kita tidak sadar bahwa kesibukan kita telah membuat kita lalai untuk mengingat Allah. Kita tidak sadar harta yang kita miliki adalah pemberian Allah yang dititipkan kepada kita. Kita tidak sadar bahwa jabatan yang kita pegang adalah suatu titipan yang harus dijaga dengan penuh amanah.  Kita tidak sadar bahwa suatu saat kita akan meninggalkan dunia ini. Jadi apa yang kita cari? Kita hendak kemana?


Hanya Allah lah yang mampu membolak balikkan hati manusia, hanya Allah lah segala sesuatu berada di dalam genggaman-Nya.  Hanya Allah lah yang dapat memberikan ketentraman dan ketenangan jiwa kita. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang kepada hamba-hamba-Nya. Di sisa usia yang kita miliki... kita masih ada kesempatan, kita masih memiliki waktu untuk lebih mendekat dan kembali kepada-Nya.  Suatu saat kita akan meninggalkan dunia ini ....  kita tinggalkan semua yang kita miliki, semua yang kita cintai...   kita menghadap Allah ...  semoga kita semua dalam keadaan khusnul khotimah

" Innalillahi Wainna Ilaihi Rooji'uun" 








 "Wahai jiwa-jiwa yang tenang. 
Kembalilah kamu pada Rabmu dalam kondisi ridha dan diridhai. 
Maka masuklah kamu dalam golongan hamba-hamba-Ku. Dan masuklah kamu dalam surga-Ku."
(Al-Fajr, 27-30)





Referensi Bacaan :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar